Europe Trip 2017, Chapter 3 : Keukenhof & Amsterdam City Center

Bangun pagi kami sedikit berbeda kali ini, karena rasanya seperti mimpi sedang berada di Amsterdam tapi seketika sadar bahwa ini kenyataan setelah menyingkap tirai jendela yang ada dalam kamar hotel, belum ada tanda-tanda matahari akan terbit padahal itu sudah pukul 6 pagi. Kami betul-betul ada di Amsterdam. Tidak sabar lagi untuk segera keluar dari kamar dan merasakan musim semi di Amsterdam.

Setelah bersiap kami kemudian turun ke restoran hotel untuk sarapan sambil membicarakan rencana perjalanan hari itu mau kemana saja. Oia, beruntung menu sarapan yang disediakan pihak hotel salah satunya adalah nasi,hehe…(masih Indonesia). Setelah selesai sarapan kami langsung siap-siap menuju stasiun kereta terdekat dari hotel. Sebelumnya saya mendapatkan penawaran dari Booking.com lewat email yang berisi QR Code yang bisa ditunjukkan ke staff di masing-masing tourist attraction atau tempat kunjungan wisata dan tiket akan diberikan ke kita. Kita tidak perlu repot untuk membayar pada saat itu juga, tapi pihak Booking.com yang akan menagihkan ke kartu kredit yang sudah kita daftarkan ke website mereka. Dari 38 attractions yang ditawarkan, kami hanya memilih 1 saja, yaitu Keukenhof Tulip Garden. Tawarannya cukup menarik karena lebih murah dari rate normal yaitu 32.40 Euro dari 36 Euro untuk anak-anak lebih harganya lebih murah, untuk rate normal 28 Euro tapi saya lupa jadi berapa dengan diskonnya. Tawaran ini juga sudah termasuk transportasi bus hop on hop off pulang pergi, dari A’dam Lookout Tower – Keukenhof dan balik lagi ke A’dam Lookout Tower, ditambah lagi dengan fast entry masuk Keukenhof. Lagian melihat kebun tulip adalah salah satu tujuan wisata wajib kami kali ini, dipertengahan bulan April, di musim semi, si tulip lagi pada mau bermekaran. Kebun tulip Keukenhof ini juga tidak dibuka sepanjang tahun, hanya dibuka saat bunganya mulai bermunculan atau saat musim semi, kebetulan untuk tahun 2017 ini hanya dibuka dari tanggal 23 Maret 2017 sampai dengan 21 Mei 2017. Sesuai petunjuknya, untuk ikut attraction ini kami harus ke gift shop yang ada di Amsterdam Lookout Tower. Letaknya ada di seberang Amsterdam Centraal Station, satu lokasi dengan gedung EYE Film Institute Netherlands.

Setelah mengecek google maps sebentar untuk mencari stasiun terdekat, ketemulah stasiun Overamstel Metro Station sekitar 700 meter dari hotel kami. Cukup 8 menit saja kami berjalan kaki. Tiket yang sebelumnya kami beli di AKO Book Shop bandara Schipol pertama kali kami gunakan disini, agak kebingungan, ternyata kartunya tinggal ditempelkan saja didekat gate masuk ke stasiun, kemudian ada bunyi dan lampu menyala hijau pertanda tiket kita valid lalu gatenya pun terbuka, tinggal lewati gatenya masuklah kita ke dalam stasiun. Metro atau kereta di Amsterdam sangat tepat waktu, dan di setiap stasiunnya pun punya perkiraan waktu kapan kereta berikutnya akan tiba. Semua petunjuk mulai dari tiket dan di stasiun itu sendiri pun sangat informatif, saya cukup tenang karena tadinya khawatir bakalan tersesat di negara orang. Kereta pun tiba, dan kami pun naik kereta, waktu itu masih pukul 8 pagi dan itu hari Minggu. jadinya di dalam kereta masih cukup sepi. Sekitar 15 menit perjalan dengan kereta akhirnya tiba juga di Amsterdam Centraal Station, yang menurut saya mall Panakkukang di Makassar kalah besarnya. Untuk keluar dari platform Metro kita harus menempelkan tiket di gerbang keluar (check out). Kemudian kami menuju bagian belakang dari stasiun ini yang menghadap ke seberang pulau di mana A’dam Lookout Tower berada.

Untuk ke seberang kita cukup menggunakan Ferry yang ada di bagian belakang Centraal Statiun ini, Ferry-nya terus bergerak bolak balik dari Centraal Station dari dan ke seberang yang namanya agak susah saya sebut, Veer Buiksloterweg, kira-kira setiap 5 menit dan biayanya gratis. Hati-hati dengan sepeda di sini karena jumlahnya lumayan banyak dari pejalan kaki. Di atas Ferry kami lebih memilih menunggu di dalam karena suhunya minta ampun dinginnya, lagian diluar banyak yang merokok. Oia, sebelum naik ke Ferry saya pergi ke toilet dulu yang ada di dalam Centraal Station, toilet disini bayar 0.70 Euro, lumayan mahal ya untuk pipis saja, padahal kalo tidak ada yang lihat saya bisa saja pipis di IJ river di belakang Central Station ini hehe…

Sampai di seberang stasiun Ferry ini, kami berjalan menuju Amsterdam Lookout Tower, yang hanya berjarak 1 menit dari stasiun Ferry tadi. Di gift shop yang saya sebutkan diawal saya menunjukkan QR code dan staff gift shop ini mengambil handphonenya, terlihat jarinya seperti membuka aplikasi kemudian mengarahkan kameranya ke QR code yang ada di handphone saya, jarinya kembali seperti menekan-nekan tombol pada layar handphonenya, kemudian memberikan kami tiket untuk naik ke bus HOHO dan ke Keukenhof.

Waktu menunjukkan pukul 8 lebih 45 menit, karena busnya berangkat pukul 9, setelah mendapatkan tiketnya kami pun langsung diarahkan ke bus. Bus yang digunakan cukup besar, dan ada tempat bagasi di bagian bawahnya, strollernya Lil K dititipkan disitu. Pukul 9 tepat bus pun berangkat menuju Keukenhof, waktu itu bus dalam keadaan full tempat duduknya tapi tidak ada yang berdiri. Sampai di Keukenhof yang perjalanannya memakan waktu sekitar setengah jam lebih, kami pun langsung turun dan masuk ke dalam, tapi sebelumnya seperti biasa, foto dulu.

Saat masuk ke dalam kebun tulip, kami sangat-sangat amazed dengan keindahan kebun bunga tulip ini, warna-warni bunganya sangat bervariasi, ada yang masih kuncup atau disebut bulb dan ada yang sudah mekar. Bagi petani tulip, bulb inilah yang penting, karena merupakan salah satu komoditas ekpor terbesar bagi Belanda. Waktu mekar bunga tulip ini adalah di bulan April sampai dengan Mei, bunga yang mekar dipotong, sedangkan yang bulb tidak. Nantinya di sekitar bulb ini akan tumbuh bibit tulip baru. Untuk nama Keukenhof sendiri artinya adalah Kitchen Garden atau Kebun Dapur, karena kebun ini dulunya merupakan tempat untuk mengambil bahan-bahan dapur bagi seorang Nyonya Belanda (Countess) bernama  Jacoba van Beieren. Saat ini ada lebih dari 7 juta bulb tulip di kebun ini, dan ada tim yang beranggotakan 40 orang yang bertugas khusus untuk merawat kebun ini. Meskipun tulip bukan asli dari Belanda (aslinya dari Turki) tapi Belanda berhasil membuat tulip menjadi ciri khas mereka. Cukup rasanya pelajaran sejarahnya.

Di Keukenhof tidak hanya tulip saja, tapi disini ada seperti tempat jualan jajanan/snack, tempat bermain anak, restoran, dan rumah kaca untuk tulip. Saya pun sempat mencoba makanan khas Belanda yaitu ikan herring mentah yang hanya dibumbui dengan bawang bombay mentah dicincang. Menurut saya rasanya enak, tekstur ikannya lembut dan segar, ikannya sendiri agak berminyak karena kandungan lemak pada ikannya itu sendiri. Ikan herring ini sekilas mirip ikan bolu (bandeng), kalau bolu banyak di Makassar, tapi belum pernah saya tahu kalau ikan bolu ini dimakan mentah, dan bedanya tulang-tulang halus di ikan bolu tidak ditemukan di ikan herring. Kabarnya ikan herring mentah ini cocok untuk cepat menghilangkan hangover, mungkin karena di Belanda orang sering nyimeng kali yah jadinya makanan ini sangat laku.

Puas sudah kami berkeliling di Keukenhof ini selama kurang lebih 4 jam kira-kira dari pukul 9:30 pagi sampai dengan pukul 13:30 siang, kami pun keluar dan mencari tempat menunggu bus HOHO yang kami tumpangi tadi. Beruntung bus tadi sedang menunggu penumpang, dan kami pun naik sambil menunjukkan tiket tadi yang dipakai untuk naik sebelumnya, jadi tiket ini harus terus disimpan sampai dengan kembali lagi ke A’dam Lookout Tower. Sampai di tujuan, kami pun kembali lagi ke Amsterdam Centraal Station. Dengan bekal google maps, kami pun mencari tempat yang pas untuk foto-foto di Amsterdam, yaitu di I Amsterdam Sign. Sekarang ini google maps sudah sangat canggih dan bisa diandalkan sebagai petunjuk jalan, sertagoogle maps juga sudah bisa menyajikan informasi transportasi umum. Dari google maps kami pun mendapatkan informasi tram nomor berapa yang harus kita tumpangi, dan di platform mana kita harus menunggu tram tersebut. Untuk naik tram ini kami bisa menggunakan Amsterdam Travel Ticket, aturannya check in dan check out, jadi saat naik tempelkan tiketnya pada tempat yang sudah disediakan dekat pintu masuk, dan begitu juga pada saat keluar.

Dengan menumpang tram nomor 2 dari platform nomor B2 yang letaknya di luar namun masih di daerah Amsterdam Centraal, perjalanan sekitar 15 menit kami pun turun di tram stop Rijksmuseum. Dari tram stop ini, tinggal melangkahkan kaki sekitar 2 menit, kami sudah tiba di Art Square Amsterdam di mana I Amsterdam Sign berada. Di sekitar Art Square Amsterdam ini pun bisa kita temukan berbagai museum, termasuk Van Gogh Museum, Rijkmuseum, dan lain-lain. Di Art Square Amsterdam sering diadakan bazaar kerajinan tangan dan makanan lokal. Kami beruntung pada saat kami pergi ke sini, bazaarnya sedang berlangsung, istri saya sempat membeli topi rajutan model unicorn untuk Lil K seharga 5 Euro. Kami pun makan siang di cafe Cobra yang ada di sekitar square ini.

Saat makan siang sore, kami mencari-cari lagi tujuan wisata apalagi yang perlu dikunjungi di Amsterdam ini. Pilihan pun jatuh pada Het Klederdrachtmuseum atau Dutch Costume Museum, di museum ini kita berfoto dengan menggunakan kostum tradisional khas Belanda. Rasanya wajib kalau ke Amsterdam terus kita foto dengan kostum tradisional ini. Lagi-lagi dengan panduan google maps, kami mencari lokasi museum ini, dan ternyata jaraknya cukup jauh untuk ditempuh dengan berjalan kaki, jadi harus naik tram lagi balik ke arah Amsterdam Centraal Station dan turun di tram stop Koningsplein. Sampai di museum kostum, ternyata sudah tutup karena sudah lewat  dari pukul 6:00 sore, karena museum ini buka dari pukul 10 pagi sampai pukul 6 sore. Saat itu Amsterdam masih terang meskipun waktu sudah menunjukkan hampir pukul 8:00 malam. Kami pun memutuskan untuk balik ke hotel dan kembali ke museum ini sebelum berangkat ke Paris.

Besok harinya kami kembali lagi ke Centraal Station sudah dengan koper-koper kami, sebelum pergi ke Museum Kostum Tradisional Belanda saya mencari tempat penitipan barang. Di Amsterdam Centraal Station hanya tersedia tempat penitipan bagasi dengan pembayaran menggunakan kartu kredit, kalau dengan uang cash berada di luar stasiun berjarak kurang lebih 700 meter. Saya memilih penyimpanan bagasi dengan pembayaran kartu kredit, untuk ukuran koper sedang biayanya 7 Euro dan koper lebih besar 10 Euro, nantinya akan keluar dari mesin semacam tiket yang nantinya akan kita gunakan untuk mengambil kembali koper kita. Setelah menitipkan bagasi kami melanjutkan perjalanan menuju museum kostum untuk berfoto dengan kostum traditional Belanda. Biaya yang kami keluarkan untuk berfoto adalah 10 Euro, sudah termasuk sewa kostumnya untuk kami bertiga, cetak 1 lembar foto ukuran sebesar kertas A4 dan 4 foto digital dikirimkan ke email kita.

Sebelum balik ke Centraal Station kami menyempatkan untuk membeli souvenir untuk oleh-oleh, kebetulan disekitar tram stop Koningsplein yang ada di dekat museum kostum traditional ada namanya jalan Singel. Di jalan ini banyak terdapat penjual souvenir khas Belanda. Setelah itu kami naik tram menuju Centraal Station untuk bersiap berangkat ke Paris. Koper kami ambil kembali dari tempat penitipan, dengan menggunakan tiket yang sebelumnya didapatkan setelah membayar biaya penyewaan penitipan koper. Kemudian kami menyempatkan makan siang di bagian belakang Centraal Station di restoran bernama WuSH, restoran ini menyajikan makanan khas German seperti schnitzel dan sausage yang non halal bagi muslim.

Waktu sudah menunjukkan hampir pukul 13:00, kami langsung menuju ke Platfrom 15B sesuai petunjuk yang ada di display di stasiun ini. Sesuai jadwal kereta kami akan berangkat pukul 13 lewat 17 menit dari Amsterdam Centraal dan tiba di Paris Noord pukul 16:47. Sebelumnya saya sudah booking terlebih dahulu untuk tiket kereta ini, karena jauh lebih murah jika belinya jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Kereta yang kami gunakan adalah Thalys dan kelas Comfort 2, harganya masing-masing 121 Euro untuk saya dan istri serta 15 Euro untuk Lil K.

Sampai di Platform 15B, sudah banyak orang yang menunggu, tidak lama pun kereta datang. Kami pun segera naik ke kereta, menaruh koper, dan kemudian mencari tempat duduk sesuai dengan yang tertera di tiket. Ahhh…vaarwel Amsterdam, danke wel. Bonjour Paris!

One thought on “Europe Trip 2017, Chapter 3 : Keukenhof & Amsterdam City Center”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *