Setelah berdingin-dingin di Engelberg, berikutnya kami pergi ke bagian Eropa yang sedikit lebih hangat di musim semi. Setidaknya saya tidak perlu lagi menggunakan thermal, lil K dan mommy-nya tidak lagi menggunakan baju berlapis-lapis. Di Roma saat musim semi ini cukup hangat, jadi cukup nyaman bagi kami orang Indonesia yang berada di bawah garis katulistiwa. Dari Engelberg kami tiba di Roma setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam menggunakan kereta. Ketika tiba kami langsung menuju hotel Best Western Universo yang tidak jauh dari Rome Termini (stasiun kereta di Roma), jadi hanya ditempuh dengan jalan kaki sekitar 5 menit saja.
Setelah sarapan, kami check out dan menitipkan bagasi di hotel. Lebih hemat daripada menitipkan bagasi di loker stasiun, untungnya jarak hotel dengan stasiun kereta dekat saja. Selesai sarapan pukul 8 dan kami hanya punya waktu sekitar 3,5 jam di Roma sebelum berangkat lagi ke Milan pukul 12 siang. Karena diburu waktu, moda transportasi yang kami gunakan adalah taksi. Dari hotel kami naik taksi menuju Colosseum, kami tidak masuk ke dalam, cukup berpose di luar dengan latar belakang Colosseum ini sudah cukup bikin hepi…ahahaa #turiskere. Setelah itu kami naik taksi lagi menuju Saint Peter Basilica, dimana Sistine Chapel berdiri di sampingnya. Di depan bangunan ini ada lapangan terkenal yang luas bernama Saint Peter’s Square atau Piazza San Pietro, di mana biasanya para jemaat berkumpul pada saat ada acara besar agama Katolik. Lanjut lagi menggunakan taksi menuju Pantheon, yang jaman dulunya merupakan sebuah kuil Roma, dan sekarang berubah fungsi menjadi Gereja Katolik.
Waktu sudah menunjukkan lewat pukul 11 siang. Karena pukul 12 kereta kami berikutnya ke Milan akan berangkat, jadinya dari Pantheon balik lagi ke hotel. Rasanya belum puas, sebenarnya Roma ini tidak ada dalam itinerary awal kami, cuma karena pertimbangan mumpung ke Eropa jadi kunjungi kota sebanyak-banyaknya. Padahal masih banyak tempat-tempat yang belum bisa kami kunjungi karena singkatnya waktu, tapi sudahlah yang penting sudah berfoto-foto narsis di tempat-tempat terkenalnya hehehe. Jadi dari hotel, ambil koper-koper yang tadi dititipkan, kemudian jalan kaki ke stasiun kereta Rome Termini untuk menuju Milan.
Perjalanan kereta dari Roma ke Milan memakan waktu 3 jam lebih. Sampai di Milan, koper kami titipkan di stasiun kereta. Berbeda dengan Amsterdam dan Engelberg, penitipan koper disini tidak self service. Jadi ada staf yang akan melayani kita. Tapi biayanya sedikit lebih murah, untuk 2 koper dicharge 12 Euro. Lokasi tempat penitipan ini ada di lantai paling bawah dari stasiun kereta Milan. Keluar dari stasiun kami naik taksi menuju Milan Cathedral di Duomo, satu-satunya tujuan wisata kami di Milan…sigh…singkatnya waktu ini. Daerah sekitar katedral ini merupakan tempat belanja merek-merek terkenal, sehingga membuat daerah ini sangat ramai dengan pengunjung, street performer serta penjual makanan dan minuman menggunakan mobil.
Setelah puas mengelilingi daerah sekitar Duomo dan sebenarnya capek juga, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke hotel saja. Saya sengaja booking hotel di dekat bandara saja karena penerbangan kami pulang di pukul 11.20 siang, agar lebih cepat ke bandara, belum lagi lewat imigrasinya. Jadinya kami harus naik kereta ke Malpensa, dimana bandar udara Milan berada, jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dengan kereta. Tiket untuk ke Malpensa baru saya beli di stasiun menggunakan mesin tiket otomatis, bayarnya pakai kartu kredit. Saya sempat marah-marah waktu membeli tiket di mesin ini, karena ada orang yang mengganggu seperti memaksa saya (sambil menekan-nekan layar sentuh mesin tiket) untuk meminta bantuannya dia untuk menggunakan mesin itu. Untungnya mesin tiket ini ada banyak tersebar di stasiun, jadinya saya batalkan saja pembelian pertama, kemudian mencari mesin tiket yang saya rasa aman (dekat dengan petugas atau security stasiun). Akhirnya saya berhasil menyelesaikan pemesanan dan pembayaran, kemudian tiket pun berhasil dicetak oleh mesin ini.
Setelah tiba di stasiun Malpensa, yang merupakan stasiun terakhir dari kereta ini, kami turun dan menuju bandar udaranya. Kebetulan bandar udara Malpensa sangat dekat dan dihubungkan dengan jalur pedestrian, jadi kami hanya berjalan kaki saja. Kemudian sampai di bandara, kami mencari taksi untuk diantarkan ke hotel. Para sopir taksi di sini jujur karena menurut mereka kami tidak perlu naik taksi, kami hanya perlu menunggu shuttle bus saja untuk ke hotel, salah seorang dari sopir taksi tersebut bahkan menelpon pihak hotel untuk dapat menjemput kami. Tapi ternyata saya salah menyebutkan hotel, tadinya dipikiran saya kami menginap Hotel Novotel, akhirnya kami pun naik ke shuttle bus Novotel. Sampai di hotel, staf reception kebingungan mencari nama saya di data booking-an mereka, akhirnya mereka meminta saya untuk menunjukkan hasil print booking-an hotel kami. Baru sedikit saja saya keluarkan kertas booking-nya, langsung terlihat nama hotel yang seharusnya Holiday Inn, sigh…pikir saya ini pasti karena kelelahan bukan cuma fisik saja tapi pikiran juga hahaha. Untunglah pihak hotel tidak terlalu mempermasalahkan, malah mereka mengantarkan kami kembali ke bandara untuk kemudian naik shuttle bus yang ke Holiday Inn. Sebelumnya saya sudah menghubungi pihak hotel Holiday Inn untuk menanyakan shuttle bus mereka, dan ternyata shuttle bus mereka berbayar. Jadinya kami mencari taksi dari bandara saja untuk ke hotel, lagi-lagi sopir taksinya menolak untuk mengantarkan kami dan mengarahkan kami untuk ke shuttle bus bandara yang rutenya melewati hotel Holiday Inn. Akhirnya kami naik shuttle bus bandara, turun di dekat hotel, berjalan kaki tidak jauh, sampai di hotel, check in. Sigh..sampai juga, kami pun beristirahat. Perjalanan di Eropa pun selesai, karena besok tanggal 23 April 2017, dengan diantar oleh shuttle bus hotel (kali ini gratis), kami akan ke bandara, kemudian naik pesawat dari maskapai Emirates, transit Dubai, terus lanjut lagi ke Kuala Lumpur. Perkiraan tiba di Kuala Lumpur pukul 8.50 pagi hari Senin tanggal 24 April 2017, dan pesawat berikutnya ke Makassar AirAsia pukul 1.40 siang.
The End.








