Setelah terbang dari Makassar ke Kuala Lumpur dengan waktu kurang lebih 3 jam dan menghabiskan waktu menunggu penerbangan berikutnya pada besok hari tanggal 15 April 2017, tibalah saatnya kami terbang ke Amsterdam dengan menumpang pesawat Emirates EK-345 yang berangkat pada pukul 10:20 pagi dan tiba di Dubai Airport pada pukul 13:20 siang waktu Dubai. Kami transit selama 1 jam 35 menit di Dubai Airport. Naluri keibuan shopping istri saya langsung muncul ketika melihat Duty Free Shop, ditambah lagi waktu lewat custom di Makassar parfumnya ditahan, jadilah kami mampir dulu cari parfum buat istri. Bayarnya disini pake kartu kredit, sebelum berangkat sebaiknya menghubungi pihak Bank penerbit kartu kredit untuk menginformasikan kalau kita akan menggunakan kartu kredit di luar negeri dan menyebutkan kota apa saja yang akan kita singgahi.
Pukul 14:55 kami boarding ke pesawat dengan nomor berbeda EK-149 tapi masih Emirates juga. Karena ini connecting flight, jadinya untuk bagasi kami tidak perlu khawatir. Untuk baby stroller yang sudah masuk bagasi tetap ada dibagasi, tapi pihak Emirates menyediakan peminjaman baby stroller untuk dipakai selama di bandara, bebas diambil ditempatnya tanpa perlu berebutan atau takut kehabisan karena persediaannya lumayan banyak. Apabila telah selesai digunakan, maka stroller tsb dapat ditinggalkan sebelum masuk ke gate. Oia, untuk anak-anak, Emirates menyediakan kids meal dlm penerbangan.
Sekitar pukul 20:00 atau jam 8 malam waktu Amsterdam, tibalah kami di Schipol Airport di Amsterdam. Kami langsung menuju antrian Imigrasi Belanda, di sini kami diminta untuk menunjukkan dokumen perjalanan, termasuk bookingan hotel, dan ditanya itinerary-nya mau kemana saja. Setelah lewat Imigrasi, kami menuju tempat pengambilan bagasi, sama seperti di KL, untuk baby stroller bisa diambil di bagian oversize baggage. Setelah mendapatkan bagasi kami langsung mencari AKO Book Shop untuk membeli Amsterdam Travel Ticket 2 Days seharga 21 Euro untuk 1 tiket. Kami hanya membeli 2 tiket saja karena menurut penjaga tokonya untuk anak seumuran lil K (4 tahun) tidak perlu pakai tiket untuk transportasi di Amsterdam. Untuk Amsterdam Travel Ticket ini hanya berlaku di dalam kota Amsterdam saja, jadi kalau mau ke Keukenhof atau Volendam, harus membeli tiket yg lain. Bagian dalam tiketnya ada peta dan rute trasportasi yang bisa digunakan dengan tiket ini. Lebih jelasnya bisa kunjungi websitenya.
Setelah membeli tiket ini, kami langsung menuju keluar bandara sambil mencari tempat menunggu taksi. Saat keluar bandara hawa dingin musim semi pun langsung terasa, sekitar 9 derajat celcius. Karena tidak tahan dengan dinginnya kami pun hanya foto-foto sedikit dan langsung naik ke taksi yang memang sudah ada antriannya di depan pintu keluar bandara. Taksi di Amsterdam menurut saya keren-keren, karena mobil yang digunakan untuk taksi seperti BMW, Mercy, dan Tesla. Kami pun memilih untuk naik taksi Tesla Model S, sambil selfie-selfie dalam mobilnya hehehe…kapan lagi naik Tesla Model S.
Sekitar 20 menit dari Bandara kami sampai di hotel dan membayar taksi seharga 45 Euro, kata sopir taksinya kalau booking taksi lewat hotelnya bisa lebih murah jadi 40 Euro flat. Tetap saja mahal pak..tapi tak apalah yang penting sudah naik Tesla Model S. Di Amsterdam ini hotel kami di Mercure Hotel Amsterdam City South, kamar yang kami dapat cukup kecil, tapi tempat tidurnya masih cukuplah buat kami bertiga. Di dalam kamar tidak ada air minum dalam kemasan (air mineral botolan) kayak di Indonesia, karena air kerannya aman untuk diminum. Karena sudah capek, dan hari juga sudah malam, kami memutuskan untuk mandi dan langsung beristirahat.




