Europe Trip 2017, Chapter 4: Paris

Lil K di Pont des Arts Bridge

Hampir empat jam perjalanan kereta dari Amsterdam, ketika memasuki daerah negara Perancis, kebun bunga Rapeseed banyak terlihat membentang rapi seperti karpet berwarna kuning cerah dengan hamparan rumput hijau sebagai dasarnya. Biji dari bunga ini yang nantinya diolah menjadi minyak. Sungguh! pemandangannya menakjubkan. Sayang saya lupa mengabadikan karena badan terasa capek, tapi mata tetap terbuka menikmati pemandangan ini.

Sampai juga kami di Paris Nord Station. Perasaan saya langsung was-was, ingat tulisan-tulisan di beberapa blog, video youtube, dan di forum, di sini banyak copetnya!. Begitu keluar dari kereta, kami cari tempat aman dulu untuk menunggu di stasiun ini, sambil saya pergi ke loket informasinya SNCF untuk beli tiket terusan transportasi selama di Paris. Sampai di loket, saya jelaskan ke petugasnya, kami 2 adult and a 4 years old child dan akan stay di Paris selama 4 hari, dan hari ke ketiga kami akan ke Disneyland. Jadi saya dikasih 2 kartu Navigo Découverte (buat seminggu) sudah mencakup 5 zone untuk saya dan istri, harga per kartu 22,15 Euro, kemudian 1 carnets of 10 tickets serta 2 ticket zone 5 untuk Little K. Ticket zone 5 nantinya buat ke kota Marne-la-Vallée dimana Disneyland berada. Jangan lupa bawa pas foto untuk kartu Navigo Découverte, atau bisa juga menggunakan Photo Booth yang ada di stasiun. Saya pergi ke toilet dulu karena kebelet pipis, biaya masuk toilet disini 1 Euro, hiks, mending saya pipis di kereta tadi, gratis. Setelah itu kami pergi ke Station Metro yang ada di lantai paling bawah di stasiun Paris Noord ini. Benar saja apa yang saya rasakan saat baru sampai tadi saya lihat sendiri. Saat menunggu metro untuk ke hotel, ada 3 orang pemuda datang dan berdiri di belakang saya, saya was-was, tambah curiga ketika kemudian saya lihat yang paling tinggi dari mereka bertiga menganggukkan kepala seperti perintah kepada dua orang lainnya untuk menyebar, dan dua orang ini mengikuti perintah sang “ketua” kemudian masing-masing pergi ke bagian belakang antrian pintu masuk kereta yang lain. Mengikuti caranya sang “ketua” saya pun menganggukkan kepala ke istri saya, dan dia pun mengerti, tas backpack kami yang tadinya di belakang, kami pindahkan ke depan. Sebelumnya memang kami sudah antisipasi untuk mengunci retsleting tas saya dengan gembok, kemudian ditutup dengan rain cover, sedang tas istri saya dengan pengunci tali diikat lagi talinya dengan simpul mati. Untungnya sampai di stasiun metro tujuan aman-aman saja.

Kami nginap di Best Western Hotel Le Marais, saya pilih ini karena lumayan dekat dengan stasiun Gare De Lyon dan masih terjangkau dengan budget. Kami tiba sekitar pukul 6 sore, hari masih terang sekali seperti siang kalau di Makassar. Karena capek kami di hotel saja dulu hari itu, rencananya besok baru jalan-jalan di kota Paris. Makan malam kami dibantu oleh UberEATS. Besok pagi-pagi benar kami sudah ada di restoran hotel untuk sarapan. Restoran di hotel ini sempit dan makanan yang disediakan, gak tau, Eropa atau Perancis banget, hanya ada roti, scrambled egg, beberapa jenis keju dan mentega, susu, selai coklat, serta beberapa macam ham. Tidak apa-apalah, toh harus memperbiasakan perut ini dengan makanan khas Eropa, masih ada 6 hari lagi kita akan makan dengan menu kurang lebih seperti ini. Selesai sarapan, kami memilih berjalan kaki lewat daerah Le Marais mengarah ke Musée du Louvre. Dari hotel ke museum ini jaraknya lumayan sekitar 3 km, namun rasa lelah tertutupi dengan rasa kagum kami dengan keindahan kota Paris. Seakan mata ini tak mau lepas dari pemandangan tiap bangunan-bangunan indah dengan ornamen yang berestetika tinggi. Hampir setiap beberapa langkah ingin berhenti untuk mengabadikan keindahan Kota Paris ini. Meski kami jalan  dengan jarak yang jauh, keringat tetap tidak muncul karena udara yang sangat dingin. Baru melihat sebagian kecil dari kota Paris membuat kami semakin penasaran dengan apa yang nanti akan disajikannya dalam perjalanan kami, maka kami langsung menuju Musée du Louvre. Piramid kaca yang selama ini hanya kami lihat lewat gambar dan foto-foto teman atau kerabat sekarang sudah ada di depan mata.  Agak norak sebenarnya karena belum memasuki gerbangnya saja koleksi foto kami langsung bertambah banyak,haha….

Di dekat museum ini ada bus stop untuk hop on hop off bus  Foxity yang sudah saya booking duluan sebelum berangkat. Paket booking-an kami termasuk dengan 1 jam perjalanan menggunakan kapal menyusuri Seine River. Sampai di museum ini, seperti biasa, foto-foto dulu sebanyak mungkin, lalu mencari bus stop Foxity. Kebetulan bus tersebut sedang ngetem di sini, dengan memperlihatkan kertas bookingan ke sopir busnya kami dipersilahkan naik. Bus Foxity ini bertingkat yang tingkat atasnya terbuka, namun dilengkapi dengan atap lipat, jadi ketika hujan atap ini akan menutup bagian atas bus. Dari semua operator bus HOHO di Paris hanya Foxity-lah yang punya fasilitas ini, sehingga menjadi pilihan saya.

Naik bus ini dari Musée du Louvre dan pemberhentian berikutnya Notre-Dame Cathedral, setiap pemberhentian sekitar 5 menit, busnya jalan lagi. Kami memutuskan untuk turun dan foto-foto dulu, sambil saya cari toilet untuk pipis. Sejak tiba di Eropa saya lebih sering pipis, pengaruh karena suhunya dingin sekali T_T. Langit mulai mendung dan kampung tengah (perut) mulai berteriak, kami mulai mencari tempat makan. Sambil berjalan mencari tempat makan, kami singgah sebentar di tempat souvenir yang terletak sekitar 500 meter dari Notre-Dame. Keluar dari toko ini, hujan pun turun, berjalan sedikit kelihatan restoran dengan nama Istanbul langsung kepikiran NASI. Rasanya sudah memang takdir  kami dipertemukan dengan restoran ini.

Hujan pun selesai, begitu juga dengan makanan kami. Saya sempatkan ke toilet dulu, mumpung gratis. Jalan lagi ke sekitaran Notre-Dame, sambil nunggu bus Foxity-nya. Bus Foxity ini akan ada lagi di pemberhentian yang sama setiap 20 menit. Melewati Roue de Paris atau The Big Wheel di Area Place de la Concorde, bus mengarah ke jalan Champs Elysées, orang Paris meng-klaim jalan ini adalah jalan terindah di dunia. Di ujung jalan ini bagian barat ada lokasi Place Charles de Gaulle yang ditengahnya berdiri monumen Arc de Triomphe, salah satu monumen wajib foto menurut istri saya. Foto bentar, naik lagi ke bus. Lanjut lagi perjalanan kami ke Menara Eiffel.

Perjalanan menuju menara Eiffel, melewati Musée de l’Armée atau The Army Museum dengan kubah emas yang cantik. Kami turun di lokasi Trocadéro, dimana The Palais de Chaillot berada. Kata orang, di sini adalah spot terbaik untuk mengambil foto dengan latar belakang Menara Eiffel. Di lokasi ini juga menjadi tempat untuk ikut Seine River Cruise. Ada beberapa operator yang melayani Seine River Cruise, namun paket yang kami ambil dari Foxity operatornya adalah Vedettes de Paris. Setelah foto-foto disekitaran Trocadéro dan Menara Eiffel, kami turun dari jembatan dekat Eiffel untuk naik ke kapal Vedettes de Paris. Dengan kapal, kami menyusuri sungai Seine selama 1 jam. Ternyata, masing-masing jembatan di Paris ada nama dan sejarahnya sendiri. Total ada 22 Jembatan yang kami lewati dalam cruise ini. Semuanya ada 37 jembatan yang ada di sungai Seine.

Hari sudah mulai gelap, kami pun memutuskan untuk pulang. Kami naik lagi bus Foxity dan turun di dekat Musée du Louvre, kemudian berjalan lagi ke hotel, karena rencananya mau singgah di Uniqlo untuk membeli thermal untuk Little K yang sempat mengeluh kedinginan waktu hujan turun tadi. Selebihnya dia terlihat cuek padahal saya dan istri yang memakai thermal sebagai lapisan pertama dari 4 lapis baju, namun hawa dingin masih cukup terasa. Sudah lewat pukul 8 malam, ternyata Uniqlo sudah tutup, sama juga dengan toko-toko lain sekitar situ kecuali restoran atau cafe. Kami makan malam di restoran Le Mandarin di jalan Rambuteau. Mi kuah di restoran ini jadi penghilang lapar kami. Menyeruput kuah panasnya sangat cocok dengan udara musim semi yang dinginnya cukup bikin saya menggigil. Habis makan kami pun pulang berjalan kaki ke hotel. Hari sudah gelap namun kami merasa aman, karena sering terlihat beberapa tentara dengan formasi 2 tentara sebelah kiri jalan dan 2 lagi di kanan jalan lengkap dengan senapan otomatis. Penjagaan di kota Paris mungkin lagi ditingkatkan, pikir saya mungkin ada hubungannya dengan beberapa serangan teroris akhir-akhir di beberapa kota besar di Eropa. Ditambah lagi, sempat baca di berita bahwa ada penyerangan teroris di Paris Nord.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *