Pengalaman Mengurus Visa Schengen Belanda via VFS Global

Rencananya saya dan keluarga (istri dan anak umur 4 tahun) ingin liburan ke Eropa di bulan April 2017. Tentunya, sebelum berangkat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, paling utama adalah ijin untuk masuk ke negara yang akan kami kunjungi. Kali ini saya akan sharing bagaimana pengalaman saya dalam mengurus Visa Schengen.

Mommy dan Kania yang tidak mau diajak narsis 🙁

Hal yang pertama kali saya lakukan adalah browsing pengalaman orang lain bagaimana caranya mengurus Visa Schengen. Ada beberapa website yang cukup lengkap jadi panduan untuk mengurus Visa Schengen, teman bisa mengeceknya di sini dan di sini

Bagi saya info awal yang cukup penting adalah:

Pilih kedutaan sesuai dengan itinerary
Kenapa saya memilih mengurusnya ke kedutaan Belanda, karena kami sekeluarga akan masuk ke Eropa melalui Amsterdam negara Belanda. Kemudian dari beberapa referensi yang saya baca di internet, mengurus Visa lewat Kedutaan Belanda adalah yang paling mudah dan kemungkinan Visa Approved lebih besar dari Kedutaan yang lain.

Tiket pesawat harus sudah dibooking duluan.

Sebenarnya catatan dari kedutaan bahwa tiket dibooking dulu, belum dibayar, nanti dibayar setelah Visanya sudah keluar, namun beberapa website travel ataupun website maskapai yang dulunya menyediakan booking dulu bayar nanti, pada saat saya mengeceknya sudah tidak tersedia lagi. Alternatif lain, teman bisa minta bantuan travel agent untuk membuat booking-an tiket. Dari info yang saya dapatkan beberapa travel agent meminta bayaran untuk ini, dan malah ada yang mengharuskan kita mengurus Visa dari mereka. Saya akhirnya memutuskan untuk nekat membeli tiket terlebih dahulu, saya menggunakan website Skyscanner, yang akhirnya diarahkan ke website Via karena menurut Skyscanner tiket dengan rute yang saya cari tarif paling murah disediakan oleh Via. Saya beli tiket dari Kuala Lumpur ke Amsterdam, kemudian baliknya dari Milan ke Kuala Lumpur. Untuk dari Makassar ke Kuala Lumpur saya mengandalkan AirAsia. Rute seperti ini lebih murah dibanding lewat Jakarta.

Buat Visa appointment maksimum 90 hari sebelum hari keberangkatan

Booking jadwal untuk Visa appointment di website VFS Global. Jadwal berangkat saya dan keluarga di bulan April 2017, namun saya sudah persiapan awal dari awal Januari 2017, dan booking appointment untuk bulan Februari 2017. Untuk booking jadwal Visa appointment kita harus buat ID terlebih dahulu di Website VFS Global.


Selanjutnya tinggal melengkapi syarat-syarat sesuai dengan peraturan dari Kedutaan:

  • Application form untuk Visa Schengen di sini
  • Passport asli dan copy passport bagian yang ada isinya: bagian depan, bagian halaman yang ada stempel Visa sebelumnya, dan bagian belakang yang ada tanda tangannya.
  • Jika bepergian dengan anak kecil sertakan fotocopy Akte Kelahiran, KTP kedua orang tua dan Kartu Keluarga. (kalau diwebsite VFS aturannya dokumen ini perlu ditranslate  waktu pengurusan Visa saya tidak diminta biaya untuk translate).
  • 1 lembar pas foto 3,5 x 4,5, latar belakang putih, pakai baju yang kontras dengan latarnya.
  • Travel itinerary (bookingan tiket pesawat dari tempat asal ke Eropa, dan tiket balik)

contoh

  • Asuransi perjalanan, kalau saya pakai AXA Mandiri Travel di sini

Sedikit sharing tentang AXA Mandiri Travel ini, konfirmasi pembeliannya akan dikirimkan ke email kita menggunakan email dari Gmail (axamandiritravelonline@gmail.com)sertifikat polisnya akan dikirim terpisah maksimal 2 hari setelah pembelian, namun teman sebaiknya rajin follow up ke customer carenya kalau misalkan sertifikat polisnya belum diterima.

  • Dokumen yang membuktikan kita akan kembali lagi ke tanah air.

Dokumen bagian ini yang saya sertakan adalah Surat Keterangan Karyawan, isi inti dari Surat ini menyatakan kita sebagai karyawan tetap, dan akan melaksanakan cuti dari tanggal sekian sampai tanggal sekian dan akan kembali bekerja tanggal sekian (disesuaikan dengan jadwal perjalanan kita). Contohnya:

Surat Keterangan Karyawan
  • Dokumen yang membuktikan tujuan kita berkunjung ke Eropa sebagai turis/wisata

Dokumen ini adalah booking-an hotel selama kita berkunjung di Eropa. Teman bisa menggunakan jasa Booking.com, di website ini kita bisa booking hotel dengan free cancelation atau pembatalan gratis, berguna jika nantinya Visa kita tidak keluar maka booking-an hotel ini bisa kita batalkan tanpa biaya.
Dokumen pendukung lainnya adalah Surat Keterangan Bank dan Rekening Koran 3 bulan terakhir. Sayangnya saya sendiri tidak memiliki rekening Bank dengan rekam jejak yang bagus :(, sehingga saya menggunakan rekening Istri saya. Biaya pengurusan dokumen ini adalah Rp. 50.000 dan diurus di Bank, istri saya mengurusnya di Bank Mandiri (rekening Bank) dan Bank OCBC NISP (Rekening Deposito).

  • Biaya Visa

Biaya pengurusan Visa untuk dewasa Rp. 850.000, dan gratis untuk anak dibawah 6 tahun. Kemudian ditambah biaya pengurusan Visa Rp. 350.000 untuk tiap aplikasi, untuk biaya ini anak di bawah umur 6 tahun tetap dikenakan biaya. Kemudian saya meminta layanan tambahan untuk delivery, karena domisili saya di Makassar, sebesar Rp. 50.000 per aplikasi. Courier yang digunakan oleh VFS Global adalah Aramex.


Setelah semua dokumen lengkap dan disusun rapi, maka tinggal bersiap dari Makassar ke Jakarta untuk ke VFS Global. VFS Global ini adanya di Mall Kuningan City lantai 1 dan 2, untuk pengajuan Visa lewat Netherland adanya di lantai 2. Jam appointment saya dan keluarga adalah di jam 13.45, dan baru diperbolehkan masuk di jam 13.40.
Pada saat masuk, tas kita diperiksa, dan kebetulan saya membawa harddisk, flashdisk, dan korek api, ketiga barang tersebut ditahan di depan pintu masuk. Handphone diminta untuk dimatikan. Di pintu masuk ini kita juga dikasih nomor antrian.
Beruntung saat masuk, nomor antrian saya langsung dipanggil, kemudian saya langsung menghadap ke petugasnya dan memberikan dokumen yang sudah saya lengkapi sebelumnya di rumah. Tidak banyak obrolan di sini, hanya ditanya tujuan ke Eropa apa, saya jawab untuk wisata. Kemudian setelah selesai saya diberikan selembar kertas berisi rincian biaya yang harus dibayarkan. Di kertas ini juga dituliskan nomor pengiriman dari Aramex, yang nantinya bisa kita gunakan untuk melacak pengiriman dokumen/passpor kita.
Selanjutnya saya diminta untuk duduk ditempat menunggu untuk kemudian dipanggil untuk melakukan pembayaran. Tidak lama kemudian nama saya dipanggil, di sini dikasih tahu total nilai yang harus saya bayarkan. Saya berikan uang sejumlah nilai yang disebutkan. Kemudian petugasnya memberikan saya kertas sebagai bukti pembayaran telah lunas. Setelah dari sini, diminta untuk duduk lagi menunggu untuk kemudian dipanggil ke ruang biometrik. Di ruang biometrik ini kita hanya diminta untuk memberikan data sidik jari kita, empat jari kiri, empat jari kanan, kemudian kedua jempol kiri dan kanan. semuanya jari tangan ya bukan kaki :). Oia, untuk anak di bawah 6 tahun tidak perlu ambil data biometrik.

Setelah beres pengambilan data biometrik, selesai sudah rangkaian pengurusan Visa Schengen di VFS Global. Sekarang saatnya menunggu passport yang dikirimkan tiba di Makassar….updatenya menyusul setelah Passportnya datang…mudah-mudahan sudah dengan Visa Schengen di dalamnya…aminnn…

UPDATE

Pada hari Kamis, tanggal 16 Februari 2017, Passpor sudah diterima, daaann…cek ke dalam halamannya, ternyata sudah sama Visanya, dapatnya Visa dari tgl 13 April 2017 sampai dengan 28 May 2017, Multi Entry.

17 thoughts on “Pengalaman Mengurus Visa Schengen Belanda via VFS Global”

  1. Mas, ada disebutkan ga minimum jumlah saldo rekening di 3 bulan terakhir?
    Apa betul katanya minimum 50 juta rupiah?
    Denger2 jumlah minimumnya sekitaran 35-50
    Ada pertanyaan2 unik lain kah saat interview?
    Hehehe

    1. Hi Francis, saldo minimum nda disebutkan, waktu itu rekening koran yang jadi lampiran untuk kami bertiga kira-kira tabungan kami hampir 100 juta sih.
      Untuk pertanyaan, kami hanya ditanya ke Belanda tujuannya apa, dan saya jawabnya liburan. Itu saja, selebihnya pertanyaannya lebih sering ke anak saya lebih ke bercanda…hehehe

    2. Mas, kalo mo jalan-jalan lagi dan perlu asuransi perjalanan, bisa beli juga yang dari AXA, yang namanya Smart Traveller, itu polisnya langsung diterima dalam waktu sekitar 15 menit setelah pembayaran. Bayarnya jg bisa pake kartu kredit, trf bank, atau via alfamart, lawson, dandan, doku, dll.

      Ada DISKON 10% kalau belinya pakai kode promo S04R083G (Harus pake huruf besar, dan itu angka nol ya mas, bukan huruf o). Order online aja di https://travel.axa-insurance.co.id/

      O iya, ini kode promonya bisa dipake siapa aja, dan bisa dipake berulang-ulang, tanpa
      batas waktu..

      So, monggo disimpen kode promonya 🙂

  2. Hallo, selamat siang. Saya mau tanya mas, lama prosesnya sampai passportnya dibalikin berapa lama yah mas ? Saya kemaren udah apply tapi udah 2 minggu belum ada kabar lagi. Thanks.

    1. Hallo, saya urus Visanya tgl 8 Februari 2017, dapat kembali passportnya tgl 16 Februari 2017, jadi kurang lebih 8 hari ya. Saya pakai kurir, karena berdomisili di Makassar, bisa dicek di webnya aramex kalau mas/mbak pake kurir juga tinggal masukin kode resinya.
      Atau bisa juga di cek di link sini.

  3. Boleh tanya ya, untuk dewasa dokumen pribadi yang dilampirkan hanya copy passport, KTP saja?. surat nikah & akte nggak perlu ya. Jadi tidak perlu di translate ke bhs Inggris.

    1. Kalau tidak membawa anak, surat nikah dan akte tidak perlukan.
      Passport aslinya yang diserahkan, karena akan ditempel visa nantinya, kemudian KTP juga, tidak perlu ditranslate, selain Passport dan KTP ada dokumen lain juga yang perlu dilampirkan. Lengkapnya bisa dibaca lagi blog saya ini.

  4. Pak Arvy,
    Terima kasih atas infonya yg sangat jelas. Membantu sekali bagi yg awam.
    Mohon info sewaktu pengajuan Visa tidak ada sessi wawancara khusus ? Dan petugas yg memeriksa dokumen apakah WNI atau WNA?
    Terima kasih

    1. Hi, terima kasih sudah mengunjungi blog saya. Wawancara khusus tidak ada, hanya ditanya tujuan ke Belanda untuk apa. Petugasnya WNI.

  5. Mas Arvy,
    Setelah membaca tulisan di blog ini, jadi ingin segera urus VIsa Schengen dan jalan-jalan ke Eropa.

    Boleh tanya ya, Mas, apakah pengurusan visa bisa diwakilkan saja tanpa kehadiran yang berkepentingan?
    Maksudnya 1 (satu) orang sebagai yang mewakili pengurusan untuk seluruh anggota keluarga yang lain (mis: ayah, ibu, saudara kandung, [calon] suami/istri) yang akan bepergian.

    Terima kasih,

    1. Hahaha..ayo mas Surya bikin aja…trus jalan2 deh ke eropa..hehe..

      Kalau menurut saya harus ada semua ya pak. Karena kan ada pengambilan data biometriknya (foto dan sidik jari). Tapi saya perhatikan ada juga yang datang sendiri bawa paspornya banyak..pikir saya mungkin itu agen tur gitu, saya nda nanya2 sih. Mungkin baiknya lebih pasti, mas Surya langsung hubungi aja telp cust servicenya vfs. Cust servicenya ramah dan sangat informatif, orang indonesia juga cust servicenya.

      1. Kak permisi, mau tanya, jdi aku mau bikin visa schengen untuk perancis karena aku stay paling lama di perancis. Kemudian setelah itu saya berniat untuk jalan2 ke jerman sama belanda sebelum balik ke indonesia dari Belanda. Nah untuk itu, waktu apply visa, apakah aku perlu untuk mencantumkan bukti booking transport dari paris – jerman sama jerman – belanda? Aslinya aku berniat buat beli tiket transportnya itu on the spot, jadi waktu udah disana. makasih kak.

Leave a Reply to Bidantiwi95@gmail.com Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *